Stuff vs Salary
Makin lama makin saya rasakan kebutuhan terus bertambah, sedangkan pemasukan orang tua stuck di titik tertentu. Nampaknya harus ada layanan bulanan yang harus dihentikan nih. Apa saya yang terus merasa kurang dan tidak pernah bersyukur ya? Kalau sudah begini baru terasa harusnya kebutuhan rumah disokong oleh dua orang. Karena zaman sekarang ini semua kebutuhan pokok makin melambung tinggi. Belum lagi anak-anak yang berpacaran, mereka juga perlu dana (mohon dipahami oleh orangtua)
. Lalu anak wanita Anda perlu dana untuk menjaga wajahnya agar tetap cantik.
Intinya lebih banyak bersyukur dengan apa yang bisa diraih saat ini deh. Setidaknya masih bisa makan dan tidur layak.
OK, itu adalah pembuka untuk postingan saya kali ini, tp sebenarnya saya ingin menyampaikan sesuatu yang lain. Pagi ini, nampaknya ibu berbicara di telpon sambil mengiris hatinya. Bayangkan ada seorang pria yang meremehkan anaknya di depan orang yang melahirkannya (kebayang nggak?kalau belum coba dzikir lagi). Entahlah kenapa orang tua saya masih menganggap remeh anaknya ini. Mereka selalu berpikir apa yang saya kerjakan adalah yang terburuk yang pernah saya usahakan. like a dumb shit thing.
Yah anggap saja mereka orang tua yang kolot dan belum membuka mindsetnya.

I am developing a blog and I was thinking of changing the template.Yours looks pretty decent! Feel free to visit my blog and suggest things!